Tampilkan postingan dengan label EDUCATION. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EDUCATION. Tampilkan semua postingan

Merajut NU Menuju Satu Abad

NU sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia dan juga di dunia setidaknya itu masih sampai sekarang, hal ini diungkap oleh beberapa hasil survei tidak terkecuali LP3ES yang secara kredibelitas sudah tidak diragukan keabsahannya tentu dengan margin eror yang sangat kecil. Dengan predikat tersebut membuat NU seperti madu yang manis dan penuh nutrisi yang memikat bagi banyak kalangan
tak terkecuali partai politik, lihat Pemilihan Presiden dan Waki Presiden, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di negeri ini hampir (untuk tidak mengatakan pasti )  selalu ada calon yang mengeklaim maupun diklaim dari wanga nahdliyin, secara tidak langsung hal ini membuktikan bahwa ada banyak golongan yang ingin sekali menenggak manisnya sang ‘madu’.  NU dengan manisnya banyak masyarak yang telah meminumnya, namun diakui ataupun tidak bahwa tidak semua yang telah meminumnya mendapat rasa manis ‘madu’. NU sendiri sering terlibat dalam dunia politik hal ini sudah terjadi sejak didirikannya negara kesatuan republik Indonesia - ingat perubahan piagam Jakarta - namun sekiranya penulis perlu tekankan bahwa NU bukan partai politik, iya Bukan partai politik, namun organisasi masyarakat yang berbasis pengkaderan.

Kaderisasi NU
NU sebagai organisasi kemasyarakatan juga memiliki jenjang kaderisasi yang tersturuktur, hal ini sangat diperlukan untuk memantapkan ke-NU-annya bagi setiap calon kader organisasi kedepannya, pentingnya memahami aturan organisasi serta membiasakan hidup berorganisasi harus sudah ditanamkan oleh calon-calon kader sedini mungkin, kaderisasi NU sendiri sudah dimulai dari pelajar melalui Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama’ (IPNU) serta Ikatan Pelajar Puteri Nahdlotul Ulama’ (IPPNU), bagi calon kader ditingkat mahasiswa ada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) meskipun dalam perkembangannya terjadi pasang surut hubungan NU dengan PMII, pengkaderan masih dilanjutkan lagi pada ANSOR yang semestinya disini calon kader NU sudah tidak perlu diragukan lagi ke-NU-annya, karena ini adalah kawah condrodimuko terakhir sebelum calon kader NU menjadi pengurus  NU.

Pudarnya Kaderisasi
            Dalam perjalanan NU sebagai organisasi kemasyarakatan yang sudah berusia tidak lagi muda, hanya kurang beberapa tahun lagi organisasi ini sudah genap berusia satu abad, telah mengalami berbagai terpaan serta hempasan permasalahan yang dihadapi, tidak jarang organisasi ini terperosok dalam urusan politik praktis meskipun jika dimenejemeni dengan baik akan berdampak baik ( rahmatan lilalamin ) namun, sering pula terjerumusnya organisasi ini dalam perpolitikan praktis yang hanya akan menjadi permasalahan yang pelik organisasi, seperti munculnya permasalahan saling menyalahkan, saling lempar tanggungjawab dan saling mencurigai antar kader, kondisi semacam ini dapat memicu kurang dinamisnya perjalanan suatu periode kepengurusan.
            Dalam konteks kurang dinamisnya perjalanan suatu periode kepengurusan tidak melulu urusan politik praktis, selain faktor politik praktis tentu ada banyak faktor yang mempengaruhinya diantaranya pertama rekrutmen kepengurusan, rekrutmen jajaran kepengurusan organisasi semestinya dijalankan berdasarkan pola kaderisasi organisasi. Namun, tidak jarang munculnya wajah-wajah baru dalam organisasi yang tidak jelas asal usulnya kemudian duduk dalam struktur kepengurusan, keadaan semacam ini jika terjadi dapat menimbulkan kurang harmonisnya sebuah organisasi, dimana kader yang sudah lama mengabdikan diri serta mempelajari pedoman dan peraturan organisasi bisa dengan mudah digeser oleh wajah baru yang belum jelas asal-usulnya, disisi lain wajah-wajah baru tersebut belum tentu memahami kultur, visi dan misi dasar organisasi, bisa jadi munculnya wajah baru itu malah membawa misi lain yang diluar misi organisasi yang berdiri sejak tanggal 31 januari 1926  pada umumnya, ini sangat berbahaya. Kedua suksesi pergantian pimpinan organisasi, NU sebagai organisasi kemasyarakatan dan organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan dalam kontek menjaga syari’at agama dengan faham ahlusunnah waljama’ah, sadar ataupun tidak harus memahami prinsip dasar bahwa pemimpin itu adalah amanah dan tanggungjawab bukan sesuatu yang harus dikejar dengan menghalalkan segala upaya, apalagi sampai menggunakan cara-cara yang menurut ajaran syari’at itu jelas-jelas melanggar, suatu misal menggunakan uang untuk meminta dukungan kepada pemegang suara dalam proses pemilihan pimpinan organisasi, serta cara-cara lain yang melanggar kaidah-kaidah organisasi. hal ini sangat menciderai nilai-nilai luhur organisasi dan berpotensi melunturkan ruhul jihad likalimati robbi. Kesepakatan-kesepakatan calon pimpinan organisasi dengan pihak ketiga, apalagi yang dilandasi dengan kepentingan materialis sesaat tidak jarang akan membelenggu perjalanan roda kepengurusan dalam suatu periode organisasi. Ketiga lemahnya pemahaman kader NU terhadap peraturan organisasi, hal ini terjadi lagi-lagi persoalan tidak tuntasnya proses kaderisasi, tidak jarang dalam pergantian pimpinan NU munculnya tokoh yang tidak berdasarkan prinsip-prinsip kaderisasi, munculnya pemimpin yang berlatarbelakang pengasuh pesantren atau masih mengedepankan silsilah keluarga namun kurang memahami cara-cara dan aturan organisasi hal ini menjadi kurang baik bagi NU, bukan berarti tokoh semacam ini tidak boleh menjadi pimpinan NU, jika ada pengasuh pesantren ataupun punya silsilah keluarga pesantren ingin mencalonkan ataupun dicalonkan menjadi pimpinan NU harusnya juga mengikuti proses kaderisasi organisasi yang benar.

Merajut NU yang Rahmatan Lil Alamin
            Menyongsong NU menuju usia satu abad instropeksi dan merajut ulang arah organisasi terbesar di Indonesia adalah hal yang harus dan segera dilaksanakan, kebangkitan yang sering didengungkan sudah waktunya diperjuangkan. NU harus dipertegas langkahnya melihat godaan dan tantangan yang begitu rumit menghampirinya, mulai dari persoalan proses kaderisasi yang jarang sekali tuntas, terperosoknya NU dalam politik praktis dan kurangnya pemahaman sebagian anggota maupun pengurus terhadap pedoman organisasi mengakibatkan lunturnya rasa memiliki setiap kader terhadap NU, jika hal ini terjadi bukan hal yang mustahil jika NU dikemudian waktu akan bubar dan tinggal sejarah. catatan:pernah terbit di media Wallhu a’lam bisshowab. bjn 2014

Readmore »»

SABDA TAMA RAJA MATARAM

"Ingsun kang jumeneng nata Mataram medarake sabda Dene Karaton Ngayogyakarta saha Kadipaten Pakualaman iku loro-loroning atunggal " "Mataram iku negri kang merdika lan nduweni paugeran lan tata kaprajan dhewe Kaya kang dikersaake lan dikeparengake, Mataram ngesuhi nuswantara, nyengkuyung jejeging negara, nanging tetep ngagem paugeran lan tata keprajane dhewe" "Kang mangkana iku kaya kang dikersaake, Sultan Hamengku Buwono sarta Adipati Paku Alam kang jumeneng, katetepake jejering gubernur lan wakil gubernur”.

Terjemah "Saya yang bertakhta sebagai Raja Mataram menyampaikan amanat Bahwa Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman itu adalah dwitunggal Mataram adalah negeri yang merdeka dan memiliki peraturan serta tata pemerintahan sendiri Karena itu, seperti yang dikehendaki dan diperkenankan, Mataram termasuk bagian dalam Nusantara dan mendukung berdirinya negara Republik Indonesia. Akan tetapi, tetap memakai peraturan dan tata pemerintahan sendiri Itulah yang dikehendaki Sultan Hamengku Buwono dan Adipati Paku Alam yang bertakhta dan ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur".

Readmore »»

Pesangon Kiai


Sejumlah kiai NU dari jawa timur mendatangi Gus Dur di Istana Negara ketika masih Presiden, layaknya kiai, mereka pakai sarung, sandal jepit. Paspampres mencegat mereka. “Maaf, Pak. Sesuai aturan, untuk masuk Istana Negara harus memakai sepatu. “kata paspampres. Para kiai itu bingung. Ditengah kebingungan tiba-tiba Gus Dur datang. “Lho, kenapa kami dilarang masuk, itu presidennya saja memakai sandal.” Ujar seorang kiai sambil menunjuk kaki Gus Dur yang memakai sandal jepit.
Akhirnya mereka pun masuk. Menjelang tengah malam, paspampres datang mengingatkan


presiden untuk istirahat. Para kiai kembali bingung karena masih ingin ngobrol dengan Gus Dur.
“ah,.. ini repotnya jadi Presiden. Sudah, kita diam-diam saja masuk dikamar. Kita bercerita disana.” Kata Gus Dur lalu mengajak para kiai kekamar tidurnya. Paspamres dilarang masuk kamar presiden. Aman.
Setelah lama bercerita, para kiai itupun pamit. “sudah, kenapa masih tinggal. Pulang saja.” Kata Gus Dur saat mereka pamit, tetapi mereka tidak beranjak dari kamar itu. “Gus, biasanya kalu kiai dipanggil presiden dikasih pesangon (amplop berisi uang). Itu yang kami tunggu, kata seorang kiai.
“Ingaat, sesama kiai dilarang meminta pesangon”. Ungkap Gus Dur.

Readmore »»

Jack, Queen dan King


Suatu hari disekolah TK, bu guru bertanya pada murid-muridnya,..
Bu Guru : Siapa yang bisa berhitung ?
Si Neli mengangkat tangan,….
Bu Guru : Benar kamu bisa berhitung ?
Si Neli : Bisa, Bu Gur,.. dengan nada lantang
Bu Guru : Baik, Coba ibu tanya, setelah tiga berapa ?
Si Neli : Empat Bu Guru…


Bu Guru : Baguuus,..setelah enam ?
Si Neli : Tujuh, Bu,..!!!
Bu Guru : Bagus,… ternyata ayah kamu benar-benar pandai dalam mengajar berhitung dirumah,.. pertanyaan terakhir ini,… berapa kalo setelah sepuluh,..?
Si Neli menjawab dengan penuh semangat karena habis mendapat pujian dari Bu Guru dengan lantang pula ia berkata “ JACK, QUEEN dan KING” Bu,….!!!!!

Readmore »»

Joke-Joke Gus Dur (Seru,…..!!!!)


Presiden Gus Dur dengan Presiden Clinton.

Suatu ketika waktu Gus Dur menjabat sebagai Presiden RI, beliau diundang oleh Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton Ke White House. Ditengah-tengah pembicaraan, munculah seekor anjing peliharaan Bill Clinton. Bill yang dikenal sebagai penyayang binatang itu langsung memperrkenalkan anjingnya kepada Gus Dur.
Bill : “Gus Dur, lihatlah saya punya anjing yang sangat pintar, ia bisa menuruti apa yang saya perintahkan,…!!!!
Gus Dur : “masa iya ? saya ingin tahu,…”
Bill : “please anda perhatikan, “Sit Down” (Anjing itu langsung duduk)
Bill : “Stand Up”,,… (anjing langsung berdiri)
Bill : “Walk around…!” (anjing langsung berjalan keliling-keliling).
Bill : “lihat Mr. Gus Dur,.. hebat bukan.
Gus Dur : Gitu aja kok repot,..saya yang baru ketemu aja bisa lebih dari itu
(Bill Clinton keheranan mendengar jawaban tersebut..)
Bill : Boleh anda buktikan ucapan Anda ,..?
Gus Dur : “Silahkan saja,….”
Bill : “coba buat anjing ini menangis…”


*********Gus Dur berbisik kepada anjing itu “Ssssssst,… sstttt,….” Anjing itu langsung menangis sedih.
**********Bill pun heran*******
Bill : “sekarang buat anjing itu tertawa…”
*********Gus Dur berbisik kepada anjing itu “Ssssssst,… sstttt,….” Anjing itu langsung tertawa terbahak-bahak.
**********Bill pun heran lagi, dan berfikir bagaimana caranya agar Gus Dur tidak bisa memerintah anjing tersebut*******
Bill : “Nah,.. sekarang coba bikin dia supaya menjadi stress berat…..”
Gus Dur berfikir sejenak, lalu ia berbisik pada anjing tersebut, “Ssssssst…… ssttttttt,… sttttt,…” sang anjing pun langsung loncat kesana-kemari sambil menggonggong terus menerus, naik keatas meja, lemari sampai melompat menabrak kaca jendela hingga pecah dan pingsan keluar ruangan.
***** Bill kembali terheran-heran dan ia akhirnya mengaku kehebatan Gus Dur sambil bertepuk tangan, *****
Bill : Boleh saya tahu yang anda bisikan sampai anjing saya menangis begitu sedih ?
Gus Dur : “Saya Cuma bilang, Kasiha Indonesia, rakyatnya banyak yang miskin, jangankan untuk beli BBM, untuk makan sehari-hari saja mereka sangat kesulitan, kamu beruntung jadi anjing dipelihara Bill Clinton, bisa makan kapan saja kamu mau,..
Bill : Oh pantesan. Anda memang hebat. Lalu apa yang anda bisikan sehingga anjing saya tertawa terbahak-bahak,…?”
Gus Dur : “Saya bilang ke anjing itu, orang Indonesia banyak yan pintar-pintar, sehat-sehat, mereka semua lebih pantas menjadi presiden ketimbang saya. Tapi kok malah saya yang buta begini dijadikan presiden,..”
Bill : hahahahahahaaaa,.. jangankan anjing, saya juga bisa ketawa andai tadi dengar,. Nah,.. yang terakhir, apa yang anda bisikan kepada anjing saya kok bisa stress berat seperti itu, sampai-sampai pingsan,..?
Gus Dur : “lha itu yang paling gampang, Saya Cuma bilang, “””Wahai anjing, saya akan mengajak kamu tinggal di Indonesia,..” Gitu Aja Kok Repot.
Bill : “’’’…””” ////////////// ???????????????

Readmore »»

Joke-Joke Gus Dur (maneh)


Ringkasan tanya jawab dengan GUS DUR

Question : “Gus, Mengapa demam berdarah marak dijakarta ?
Gus Dur : “ya karena Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentarlagi bajaj. Padahal nyamuk sini Cuma takut sama tiga roda.

Question : “Mengapa dalam kampanye mereka, Parpol-parpol selalu senang membodohi rakyat ?
Gus Dur : “masa gitu aja gak tau,…. Itu disebabkan parpol tahu kalau rakyat pintar gak akan memilih parpol-parpol itu, tau anda sebabnya kenapa? “karena,…… Orang pintar pilih Tolak Angin.” “gitu aja kok repot,…

Question : Gus,… Mengapa sampai kapanpun Partai Bulan Bintang tidak akan memenangkan pemilu ?
Gus Dur : Yaaah gampang analisanya itu,… itu,… disebabkan


Gus Dur : Yaaah gampang analisanya itu,… itu,… disebabkan masih ada Matahari…

Question : “Gus,.. mengapa sekarang kalau anda berdo’a selalu diakhiri dengan “,,, Injih.,,, Injih.
Gus Dur : Saya tidak mau bilang, Amin,.. Amin,.. Saya sebel dengan orang itu.

Question : “lha terus jabatan apa yang menurut anda pantas diduduki Amin Rais…?
Gus Dur : “Gampang, amin itu cocoknya sebagai kepala Bulog, Biar dia senang mengurusi Rice (rais)

Question : “Menurut anda partai mana yang sealiran dan pantas untuk berkoalisi ?
Gus Dur : “Partai Keadilan Sejahtea” , “Partai Damai Sejahtera” dan Partai Buruh Sejahtera,..

Question : “siapa sebenarnya yang menjadi musuh terbesar PDIP menurut Gus Dur?
Gus Dur : “ Taufik Kiemas, karena sudah sering dia menggoyang Mbak Mega.

Question : “Gus,.. gimana kalo anda dicalonkan dengan pendamping anda Akbar Tanjung…?’’’
Gus Dur : “Ogah Ah!!!! Takut Bocor…!
Question : ‘bocor kenapa Gus…?
Gus Dur : “Ntar mahsiswa naek-naek genteng MPR lagi,….”

Readmore »»

Joke-Joke Gus Dur


Sate Babi
Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat dalam sebuah perbincangan yang serius, ini membahas tentang perbuatan yang bisa membuat orang masuk neraka karena keharamannya.
Ajudan : Gus, menurut anda makanan apa yang haram ?
Gus Dur : dengan cepat menjawab “Babi”
Ajudan : Yang lebih Haram lagi apa Gus..?
Gus Dur : ‘”””…. Mmmmm,… Babi mengandung Babi…!!!!!
Ajudan : sekarang yang paling haram Gus,…..?
Ajudan : “””,,,,…..emmmm ,… ,… babi yang mengandung babi tanpa tahu bapaknya sudah dibuat sate babi,,,,.


Orang NU Naik Lift

Inilah keluguan dan kepolosan (lugu, polos atau bodoh ya,…) kisah ini terjadi di gedung PBNU di Jln. Kramat Jakarta.


Serombongan pengajian ibu-ibu mencoba masuk lift untuk naik kelantai atas. Saat hendak masuk lift, mereka melepas sandalnya seperti hendak masuk masjid, musholla, dan ruang lainnya yang berlantai suci.
Ketika sampai diatas kepanikan terjadi, lift berhenti dan kemudian pintu terbuaka, setelah melihat keluar mereka lebih panik lagi,…”Lho sandal saya dimana,….? Tadi saya lepas disini,…!!!!!

Kiai Alahamdulillah
Ini kisah tentang kiai dari rembang yang dikenal dengan sebutan kiai Alhamdulillah, julukan ini dipaparkan karena kiai ini selalu mengucap Alhamdulillah tak peduli kejadian apapun yang dialami.
Suatu hari beliau pergi bersama rombongan kiai yang lain ke semarang untuk menghadiri sebuah acara. Menjelang demak, rombongan kiai ini dapat tontonan geratis yaitu orang-orang yang lagi mandi disungai ditepi jalan,.. melihat tontonan ini, seorang kiai berseru, “masya Allah” sebagian lagi mengucap “Innalillah” tetapi kiai yang satu ini (tanpa bermaksud melucu) tetap konsisten dan berucap “Alhamdulillah”.

Readmore »»

SISWA MENANAM POHON



Menanam pohon itulah yang selesai dilakukan oleh siswa-siswi MTs. Miftahul Ulum Karangan-Kepohbaru-Bojonegoro, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka tugas lapangan mata pelajaran SAINS/IPA sekaligus sebagai tugas praktek matapelajaran tersebut. Pelajaran yang dipandu oleh Mr. Been (Pak. Mubin) ini dilaksanaka pada tanggal 1 April 2011, sebanyak 120pohon telah berhasil ditanam dipinggir jalan pedesaan yang masih beraspal tanah (aspal muda ‘kata siswa sambil disambut tawa siswa yang lain’).
Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB, diawali


dengan menyiapkan perlengkapan (sabit, cangkul, linggis, kayu penahan dll.) dilanjutkan brifing, setelah selesai dilanjutkan perjalanan kelokasi yang berjarak sekitar 500meter dari Sekolahan.
Namanya juga anak-anak, disuruh menanam pohon malah ada yang bluron (bermain air disungai-red.) tapi alhamdulillah berjalan dengan lancar. Menanam pohon ini kami dedikasikan untuk siswa-siswi kelas IX tahun 2011 MTs. Miftahul Ulum Karangan – Kepohbaru – Bojonegoro serta untuk masyarakat sekitar semoga bisa memberikan manfaat.
Harapan Kami sebagai pendamping mata pelajaran SAINS, tentu hal ini bisa kami laksanakan setiap tahunnya serta apabila ada dari teman-teman, bapak/ibu, instansi maupun pihak-pihak yang ingin menyumbang pohon kami siap menerima dan menamnya. Hal itu akan membantu kami dalam rangka kegiatan menanam pohon ditahun-tahun berikutnya, kegiatan yang telah kami lakukan ini besumber dari sukarela siswa-siswi serta pendampin pelajaran tersebut. Salam Hijau dibumi tercinta.
Hormat Kami
Siswa dan Pendamping pelajaran SAINS.

Readmore »»

FACEBOOK SEBAGAI MEDIA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


1. Sejarah Peluncuran Facebook
Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard. Dalam waktu dua minggu setelah diluncurkan, separuh dari semua mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di Facebook. Tak hanya itu, beberapa kampus lain di sekitar Harvard pun meminta untuk dimasukkan dalam jaringan Facebook. Zuckerberg pun akhirnya meminta bantuan dua temannya untuk membantu mengembangkan Facebook dan memenuhi permintaan kampus-kampus lain untuk bergabung dalam jaringannya. Dalam waktu 4 bulan semenjak diluncurkan, Facebook telah memiliki 30 kampus dalam jaringannya.
Dengan kesuksesannya tersebut, Zuckerberg beserta dua orang temannya memutuskan untuk pindah ke Palo Alto dan menyewa apartemen di sana. Setelah beberapa minggu di Palo Alto. Zuckerberg berhasil bertemu dengan Sean Parker (cofounder Napster), dan dari hasil pertemuan tersebut Parker pun setuju pindah ke apartemen Facebook untuk bekerja sama mengembangkan Facebook. Tidak lama setelah itu, Parker berhasil mendapatkan Peter Thiel (cofounder Paypal) sebagai investor pertamanya. Thiel menginvestasikan 500 ribu US Dollar untuk pengembangan Facebook.
Jumlah account di Facebook terus melonjak, sehingga pada pertengahan 2004 Friendster mengajukan tawaran kepada Zuckerberg untuk membeli Facebook seharga 10 juta US Dollar, dan Zuckerberg pun menolaknya. Zuckerberg sama sekali tidak menyesal menolak tawaran tersebut sebab tak lama setelah itu Facebook menerima sokongan dana lagi sebesar 12.7 juta US Dollar dari Accel Partners. Dan semenjak itu sokongan dana dari berbagai investor terus mengalir untuk pengembangan Facebook.
Pada September 2005 Facebook tidak lagi membatasi jaringannya hanya untuk mahasiswa., Facebook pun membuka jaringannya untuk para siswa SMU. Beberapa waktu kemudian Facebook juga membuka jaringannya untuk para pekerja kantoran. Dan akhirnya pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk siapa saja yang memiliki alamat e-mail.
Selain menolak tawaran dari Friendster seharga 10 juta US Dollar, Zuckerberg juga pernah menolak tawaran dari Viacom yang ingin membeli Facebook seharga 750 juta US Dollar, dan tawaran dari Yahoo yang ingin membeli Facebook seharga 1 milyar US Dollar. Tidak ada situs jejaring sosial lain yang mampu menandingi daya tarik Facebook terhadap user. Pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Rata-rata user menghabiskan waktu sekitar 19 menit perhari untuk melakukan berbagai aktifitas di Facebook.

2. Facebook Sebagai Produk Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan ( Science ) akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan dunia teknologi dijagad bumi ini, science bagi sebagian besar manusia adalah penjawab pemasalahan dan memepermudah urusan manusia, sejalan dengan prinsip teknologi yaitu teknologi dihadirkan di muka bumi ini adalah untuk mempermudah urusan manusia, bukan sebalikanya, malah membingungkan, menjadikan masalah, tidak jarang menambah beban/masalah bagi sebagian orang yang belum menguasai teknologi.
Secara sederhana penguasaan manusia terhadap perkembangan teknologi di bagi menjadi tiga : Pertama adalah kelompok orang yang dapat memproduksi teknologi, kelompok ini meliputi orang yang menekuni sain secara spesifik dan memahami betul suatu pengetahuan sehingga menghasilkan produk teknologi. Kedua adalah kelompok orang yang dapat memanfaatkan teknologi, bisa jadi karena tuntutan profesi, sekedar keinginan dan banyak hal lain sehingga seseorang terpacu untuk memanfaatkan produk teknologi. Ketiga adalah kelompok orang yang tidak menguasai teknologi, banyak hal yang menyebabkan seseorang tidak menguasai teknologi seperti tidak ada waktu untuk mempelajari sebuah teknologi, tidak memerlukan hadirnya teknologi, atau lebih dikarenakan sudah merasa terlambat mempelajari teknologi, sehingga suatu ketika bertemu dengan produk teknologi dibenaknya sudah terfikir “tidak mungkin saya bisa seperti itu”. Kelompok ketiga ini sering disebut GAPTEK (gagap teknologi).


Pemahaman kita terhadap produk - produk teknologi semestinya meletakkan pada wilayah yang proporsional, produk-produk itu di ciptakan hasil dari sebuah proses pemahaman dan pendalaman ilmu pengetahuan / sains yang diproyeksikan dengan kebutuhan manusia. Sebagai mahluk yang beragama tentunya hal ini merupakan implementasi ajaran agama untuk memanfaatkan kekayaan alam semesta, karena alam semesta beserta isinya diciptakan untuk mahluk yang mempunyai akal dan menggunakan akalnya, namun yang perlu diperhatikan adalah mempertimbangkan porsi kebaikan dan kejelekan serta tidak berlebih-lebihan.
Sebagai seorang penganut agama sudah semestinya kita memperdalam keilmuan kita, tentu ilmu dengan makna yang luas. pemahaman tentang ilmu yang lebih luas akan memberikan pencerahan pada pikiran akan luasnya ilmu Sang pencipta. Pemahaman bahwa kitab suci sebagai wahyu dari Tuhan dan tidak diragukan lagi kebenarannya adalah dasar untuk mempelajari ilmu pengetahuan, hal ini akan mengarahkan pola fakir bahwa semua ilmu pengetahuan bersumber dari wahyu Tuhan, serta hilangnya pemahaman adanya pemisahan antara ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum, dengan pemahaman bahwa semua ilmu pengetahuan bersumber dari wahyu Tuhan, maka setiap pemeluk agama harusnya bersemangat untuk senantiasa menuntut ilmu. Semisal seorang muslim yang sedang mendalami ilmu pemprogaman computer, dia akan menjadi progamer handal, dengan kemampuanya dia dapat membuat program-program dikomputer maupun dunia maya (internet) di sisi lain dia juga bisa menghacurkan/merusak program-program pengguna lain, disamping seorang programmer handal dia juga seorang muslim, maka disinilah peran ilmu pengetahuan moral bagi seorang programmer tersebut, dia akan menggunakan kemampuanya untuk hal-hal yang tidak bertentangan dengan ajaran agama yang dipeluknya.
Facebook sama dengan produk-produk ilmu pengetahuan yang lain seperti HP, E-mail, Telepon, Radio dan lain-lain mempunyai kekurangan dan kelebihan. Tidak heran jika beberapa waktu yang yang lalu sempat ada usulan dari MUI agar facebook diharamkan, hal ini menunjukkan bahwa produk dari teknologi akan bergantung pada user (pengguna) produk tersebut, terkait pengharaman facebook MUI menduga bahwa facebook memberikan peluang bagi seseorang untuk melakukan perselingkuhan, serta kemaksiatan-kemaksiatan yang lain, hal ini membuat para penggemar facebook marah, apalagi yang merasa tidak melakukan hal tersebut atau malah sebaliknya, facebook dijadikan media pemasaran, pertemuan dengan teman lama yang sudah terpisah jarak, aktualisasi diri dalam berbagai bentuk ( keluhan, pemikiran, kritik, saran dll.) dan yang terbaru banyak yang menjadikan facebook sebagai media belajar on line. MUI sebenarnya bermaksud baik yaitu ingin agar produk teknologi jangan sampai disalah gunakan, namun yang menjadi persoalan adalah MUI terlalu mengeneralisir penyalahgunaan produk teknologi tersebut, kalo hal ini dijadikan alasan bisa-bisa Handphone/Hp dapat diharamkan juga karena terbukti bisa dijadikan alat/media untuk melakukan kejahatan semisal terror bom, ancaman kepada orang lain dan sebagainya.

3. Penyikapan Masyarakat Terhadap Facebook
Facebook sebagai media jaringan social, membutuhkan user/pengguna produk teknologi ini, tanpa adanya user maka dapat dipastikan akan berhenti dalam perjalanannya. Pengguna dari facebook sangat beraneka ragam, kalo waktu awal mula diciptakan facebook lebih dikhususkan bagi mahasiswa, namun dalam perkembangannya sudah menjalar kesemua umur, sekarang siwa SD saja sudah banyak yang mempunyai akun facebook. Secara umum sikap masyarakat terhadap kehadiran facebook beraneka ragam mulai dari yang suka bahkan sangat suka, ada yang menentang semisal sebagian anggota MUI, adapula yang acuh terhadap kehadiran produk teknologi yang satu ini.
Pengguna yang menyukai produk teknologi yang satu ini sangat beraneka ragam ada yang sekedar iseng, untuk aktualisasi diri, media pertemanan, tukar pendapat, penyampaian berita dan lain-lain, Namun kedepan produk-produk teknologi harus dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam rangka mempermudah urusan serta tujuan manusia, pemanfaatan facebook dalam dunia pendidikan menjadikan kegiatan belajar mengajar lebih efisien, tanpa terbatas oleh ruang atau tempat untuk bertatap muka, antara pengajar dan yang diajarkan bisa berdialog terhadap suatu materi pembelajaran, dalam beberapa sekolahan yang gurunya mempunyai akun facebook, hal ini sangat efektif untuk guru terutama untuk guru bimbingan konseling (BK) meskipun belum terbukti secara ilmiah, namun sudah ada beberapa sekolahan yang memanfaatkan facebook sebagai media untuk Bimbingan Konseling siswa. Tidak hanya untuk guru Bimbingan Konseling sebenarnya facebook juga dapat dijadikan media untuk kegiatan belajar mengajar semua mata pelajaran.
Produk teknologi yang satu ini sangat efektif dijadikan media untuk menjalin silaturrahmi civitas akademik dalam suatu lembaga pendidikan, silaturrohim dapat dilakukan oleh civitas aktif maupun para alumni suatu lembaga pendidikan, dapat dijadiakan media penyampaian informasi yang berkaitan dengan lembaga pendidikan, juga berfungsi untuk mengenalkan lembaga pada masyarakat luas tentang keberadaan dan proses kegiatan yang dilakukan dalam lembaga tersebut.

Kesimpulan
Ilmu pengetahuan akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan dan kebutuhan manusia, penyikapan dan penggunaan terhadap produk-produk teknologi sangat bergantung pada user/pengguna teknologi itu sendiri, sebagai insan yang beragama disilah peran pengetahuan moral yang bersifat religius menjadi sangat diperlukan dalam penggunaan produk teknologi, pada dasarnya penggunaan produk teknologi seperti Handphone, Facebook, Yahoo Masengger, Blogging, Situs dan lain-lain bagaikan menggunakan pisau yang sangat tajam, jika digunakan untuk kebaikan semisal membuat kerajinan dan memasak maka pisau itu menjadi bermanfaan, namun jika digunakan untuk berbuat kejahatan seperti menodong untuk merampok atau melukai orang lain, maka pisau itu menjadi benda yang harus disingkirkan keberadaanya. Sebagai manusia yang hidup dizaman ini serasa tidak mungkin kita akan menjauh dari kemajuan teknologi, maka penyikapan/penggunaan terhadap teknologi untuk hal-hal positif dan bermanfaat seperti penggunaan facebook sebagai media kegiatan belajar mengajar dan kegiatan-kegiatan yang lebih produktif yang lain merupakan bagian kecil dari penyelasaian untuk menghidari dampak negatif dari hasil teknologi.

Readmore »»

For Tsunami


In Memorial......



Readmore »»

Pondok Pesantren (PONPES) Have Made to the Education of Muslim


The pondok pesantren (PONPES) education is a "traditional" form of Muslim education in Indonesia. This boarding school system can be traced back to the 18th century or further. However, it was not until 1930 that the pesantren officially admitted female students, beginning with the Pesantren Denanyar of Jombang.


The acceptance of female students in the pesantren was a significant breakthrough in the Indonesian Islamic context. It has led to a unique provision of Muslim education in a largely gender-segregated setting, although the strictness of this depends on the flexibility of the pesantren leader. This paper provides a qualitative, socio-historical perspective of the current state of pesantren education for women in Indonesia, and the challenges faced in achieving gender equity. It discusses the positioning of female students vis-à-vis limited access to public space, their roles - both expected and aspired to - in society, gender bias in teaching material, and the male-centred structure of authority within the institution. While acknowledging the contributions that the pesantren have made to the education of Muslim women in Indonesia, this paper urges them to address such internal tensions to improve the quality of education provided to women

Readmore »»

Situ Gintung Need Trained for Mental Health


Experts agree that when a natural disaster of the magnitude of the Situ Gintung hits a community, psychological, cognitive, and somatic symptoms of distress may be evident in the affected population (Vijaykumar et al., 2006). However, unavailability of sufficiently trained mental health professionals and the loss of schools and infrastructure can hamper intervention programs (Math, Girimaji, et al., 2006). In an emergency situation, efforts need to be made to provide training in intervention techniques. The media "vividly


portrayed the importance of emotional support and psychological interventions" (p. 226) and helped spread the word on the importance of attending to survivors' mental health. "Keeping in mind that a vast majority of the affected population needs only minimal support in normalizing their lives, it was believed that relief workers involved in providing material relief could be trained in psychological intervention techniques" (Vijaykumar et al., 2006, p. 226). Relief workers - people from the general public, from youth organizations, and college students - were given quick training so that they would be able to attend to some of the psychological needs. In order to deal fully with such complex emotional issues of personal loss and tragedy, expertise is necessary; in the absence of experts, however, it was important to provide some training to the relief workers/ volunteers before they had direct contact with survivors.

Readmore »»